UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN STORYTELLING BAHASA INGGRIS MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL BERBASIS EXPERIENCE

  • Rohyeni
Keywords: Motivasi; Storytelling; Media Audio Visual; EXPERIENCE.

Abstract

Laporan best practice ‘Meningkatkan Kemampuan Storytelling Bahasa Inggris Melalui Media Audio Visual Berbasis EXPERIENCEdilatarbelakangi karena adanya persepsi bahwa pelajaran Bahasa Inggris dianggap sulit, terutama pada pelajaran Storytelling (menceritakan kembali sebuah cerita). Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain keterbatasan: penguasaan kosa kata, cara pengucapan kata, ide/gagasan, percaya diri, dll. Oleh karena itu, peneliti menggunakan media yang peneliti desain sendiri yaitu media audio visual berbasis EXPERIENCE. Kata EXPERIENCE merupakan singkatan dari Example (contoh), Picture (gambar), Narration (narasi suara), Key Words (kata kunci), and Practice (latihan). Penelitian dilakukan pada 25 orang siswa di kelas IXD dalam dua siklus. Hasil penggunaan media di Siklus 1 menunjukkan terdapat 53,12% siswa yang mampu melakukan storytelling dengan baik (tuntas KKM 72). Hasil ini dianggap belum optimal, karena masih rendahnya aspek penilaian intonasi kalimat. Oleh karena itu, pada Siklus 2 peneliti melakukan tindakan tambahan dengan menggunakan media EXPERIENCE + repetition (pengulangan bacaan). Hasil Siklus 2 menunjukkan terdapat 90,62% siswa yang mampu melakukan storytelling dengan baik. Hasil ini meningkat 37,50% dibandingkan dengan hasil dari Siklus 1. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual berbasis EXPERIENCE telah berhasil meningkatkan kemampuan siswa melakukan storytelling dalam bahasa Inggris.

Published
2021-03-31